Friday, August 15, 2008

Belajar Untuk Menulis


Kenapa kita sering terfokus pada kekurangan/kelemahan orang lain? Dan mengapa juga terkadang kita merasa lebih dari orang lain atau mungkin secara tidak sadar hati kita bersikap tidak membutuhkan orang lain? Mungkin jawabannya adalah sombong.

Ya, saya sadar bahwa kesombongan harus dipangkas habis sampai ke akar-akarnya. Susah? Ya! Tentu! Kita masih tinggal di bumi, belum pindah ke Surga kan? Tapi ada salah satu cara sederhana yang mungkin bisa kita lakukan dengan mudah, tapi bisa menjadi sarana untuk memperbaiki diri. Saya percaya Roh Kudus yang memberi tips ini untuk saya pribadi, yaitu: Menulis semua sisi positif/kebaikan orang-orang disekeliling kita sebanyak mungkin di atas kertas, dan juga tulis alasan sebanyak-banyaknya mengapa saya membutuhkan orang-orang yang Tuhan tempatkan disekitar kehidupan saya, baik orang tua saya, saudara, maupun rekan. Kemudian saya akan membacanya dengan perkataan, sehingga telinga saya mendengar, setiap hari sampai waktu yang dirasa cukup. Dengan demikian lambat laun pikiran kita akan berubah. Dan kesombongan akan semakin ditindas dan pada akhirnya ditendang keluar dari dalam kehidupan kita. Tuhan tidak suka kesombongan. Saya juga tidak suka kesombongan. That's not what I'm called to be. Get out! *kicking self-pride outta my life* I hate it!

No comments: