Saturday, August 2, 2008

My Life Saver

Kisah Ratu Victoria
Tuhan masih bekerja, dan Ia bekerja dengan berbagai cara, besar ataupun kecil.
Billy Graham pernah menulis sebuah cerita:

"Kereta Ekspres Inggris membelah malam, lampu besarnya yang terang menyinari malam. Ratu Victoria menjadi penumpang kereta itu. Tiba-tiba teknisi melihat sesuatu yang mengejutka. Di tengah cahaya lampu kereta tampak sosok asing yang mengenakan jubah hitam sedang berdiri di tengah rel dan melambaikan tangannya. Teknisi menyambar rem dan menghentikan kereta api itu dengan mendadak.
Ia dan rekan-rekannya turun dari kereta untuk melihat apa yang telah menghentikan mereka. Namun, mereka tidak dapat menemukan jejak sosok asing tadi. Mengikuti perasaannya, teknisi itu lalu berjalan beberapa meter menyusuri rel. Tiba-tiba ia berhenti dan menatap kabut dengan ngeri. Sebuah jembatan tersapu di tengah-tengah dan dihadapan mereka jembatan itu tercebur ke dalam sungai yang deras. Seandainya teknisi tadi tidak memperhatikan sosok seperti hantu itu, kereta apinya akan tercebur ke dalam sungai.
Setelah jembatan dan rel itu diperbaiki, para pekerja melakukan pencarian yang lebih seksama terhadap orang asing pengibar bendera tersebut. Akan tetapi, setelah sampai di London barulah mereka memecahkan misteri tersebut.
Di dasar lampu besar kereta, teknisi menemukan seekor ngengat besar yang sudah mati. Ia memeriksanya sejenak, kemudian mengikuti dorongan hatinya. Ia membasahi sayapnya dan menempelkannya di kaca lampu. Ia naik kembali ke kereta, menyalakan lampu dan melihat si "pengibar bendera" di tengah cahayanya, seperti yang dilihatnya beberapa detik sebelum kereta sampai di jembatan yang hanyut. Dalam kabut, ia tampak seperti sosok hantu, yang melambai-lambaikan lengannya.
Ketika Ratu Victoria diberi tahu tentang kejadian aneh tersebut, ia mengatakan, "Saya yakin itu bukan suatu kebetulan. Itu adalah cara Allah melindungi kita."

Tidak, sosok yang dilihat oleh teknisi di cahaya lampu itu bukanlah sosok malaikat..
Namun demikian, Allah sangat mungkin melalui pelayanan malaikat-malaikatNya yang tidak nampak, telah meletakkan ngengat itu di kaca lampu tepat di saat dan di tempat ia diperlukan. Sungguh, "malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu" (Mzm 91:11).

Sandal Daniel
Tuhan bisa melakukan hal-hal ajaib di luar nalar kita. Ia bisa menggunakan ngengat kecil untuk menyelamatkan nyawa seisi gerbong kereta api. Tetapi yang tidak kalah luar biasa adalah dalam kehidupan sehari-hari pun kita juga sering menemukan Tuhan bekerja. Perbuatannya sering membuat kita tersenyum sembari berucap, "Ah Tuhan, ada-ada saja..." Persis seperti yang dialami Daniel.

Pulang dari bekerja, Daniel merasa capetk dan malas datang Promasa (sel grup untuk kalangan profesional muda). Pelayanan untuk Tuhan hari ini sudah cukup. Ia hanya ingin istirahat di rumah sambil mendengarkan radio kesayangannya. Ia tidak ingin memikirkan apa-apa selain bersantai. Bahkan, sejak di kantor ia sudah berencana untuk menghabiskan malam di kamar saja. Ya, Tuhan pasti mengerti alasannya tidak datang promasa.

Tetapi entah mengapa, ada dorongan kuat di dalam hatinya untuk datang promasa. Ia sudah dengan berbagai cara menolak, termasuk dengan cara tidur. Ia beranggapan, jika tidur dorongan itu akan lenyap dibawa mimpi. Eh, ternyata tidak bisa. Dan akhirnya ia datang juga ke promasa.

Di promasa, ia melewati sesi-sesi seperti biasa. Tidak ada yang istimewa. Sampai pada akhirnya, saat akan pulang, teman-temannya memberinya sebuah hadiah ulang tahun yang telah lewat. Sebuat hadiah yang dibungkus kertas kado.

Ketika dibukanya di rumah, bungkusan itu berisi sepasang sandal. Daniel sangat senang dengan pemberian itu, meski sebenarnya ia masih memiliki sepasang sandal. Dengan segera ia membungkusnya kembali dan menyimpannya di lemari.

Keesokan harinya, saat ia sedang berjalan-jalan sepeti biasa, tanpa sengaja sandal yang biasa ia pakai putus talinya. Padahal sebelumnya baik-baik saja. Sekarang ia tahu alasan sebenarnya.

Allah itu Maha Tahu dan Maha Baik. Ia akan memenuhi kebutuhan anak-anakNya, bahkan sebelum mereka merasa membutuhkannya. Jika soal sandal saja Tuhan urusi, apalagi soal yang besar-besar. Jika demikian, adakah kita perlu kuatir dengan kehidupan kita. Dia telah membuktikan bahwa Dia tetap Allah yang berkuasa, yang sanggup melakukan segala perkara dengan kreatif. Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Agung, dikutip dari warta Gereja Mawar Sharon

No comments: